Andi sudah tiga kali menunda mengurus paspor. Alasannya klasik: takut antre lama, takut dokumen kurang, takut salah isi formulir. Giliran temannya mengajak liburan ke luar negeri, dia baru panik. Ternyata setelah dijalani, prosesnya jauh lebih sederhana dari bayangannya. Total waktu di kantor imigrasi: kurang dari dua jam.
Kalau Anda dalam posisi Andi, panduan ini untuk Anda. Semua langkah mengurus paspor baru, dari syarat sampai paspor jadi.
Syarat dokumen yang wajib dibawa
Dokumen intinya tiga: KTP-el, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran atau ijazah atau surat nikah sebagai bukti pendukung. Semuanya dibawa dalam bentuk asli plus fotokopi. Petugas akan mencocokkan data antar dokumen, jadi pastikan nama, tempat tanggal lahir, dan nama orang tua sama persis di semua dokumen.
Masalah paling sering: perbedaan penulisan nama antara KTP dan ijazah. Misalnya di KTP tertulis "Muhammad" tapi di ijazah "Muhamad". Beda satu huruf saja bisa bikin berkas ditolak. Kalau menemukan perbedaan seperti ini, urus perbaikan data kependudukan dulu di Disdukcapil sebelum ke imigrasi. Jangan berharap petugas imigrasi memaklumi.
Untuk anak di bawah umur, syaratnya ditambah KTP kedua orang tua dan surat pernyataan. Untuk yang sudah menikah tapi nama di KK belum diperbarui, bawa buku nikah. Prinsipnya: bawa semua dokumen yang menjelaskan status Anda, lebih baik kelebihan daripada kekurangan. ## Daftar antrean online dulu sebelum datang
Jangan datang langsung ke kantor imigrasi tanpa daftar. Sejak beberapa tahun terakhir, pendaftaran dilakukan lewat aplikasi M-Paspor. Unduh aplikasinya, buat akun, isi data diri, pilih kantor imigrasi dan jadwal kedatangan, lalu bayar biaya paspor lewat kanal yang tersedia.
Setelah bayar, Anda dapat kode booking dan bukti pembayaran. Simpan baik-baik, karena ini yang ditunjukkan ke petugas saat datang. Pilih jadwal di pagi hari kalau bisa, karena antrean verifikasi biasanya lebih sepi sebelum jam sepuluh.
Satu hal penting: data yang diisi di aplikasi harus sama persis dengan dokumen fisik. Kesalahan ketik di aplikasi berarti ketidaksesuaian saat verifikasi. Isi dengan tenang, jangan terburu-buru, dan periksa dua kali sebelum submit. Pola pendaftaran online seperti ini mirip dengan daftar NPWP online yang juga menuntut ketelitian data sejak awal.
Biaya paspor dan pilihan jenisnya
Ada dua jenis paspor: biasa dan elektronik. Paspor biasa harganya lebih murah, paspor elektronik (e-paspor) lebih mahal tapi punya chip yang mempercepat pemeriksaan di bandara dan memberi akses bebas visa ke beberapa negara. Pilih sesuai kebutuhan dan budget perjalanan Anda.
Biaya resmi tercantum di aplikasi saat pendaftaran dan dibayar lewat bank atau e-wallet. Waspadai calo yang menawarkan "jalur cepat" dengan biaya tambahan. Selain ilegal, datanya berisiko disalahgunakan. Jalur resmi sudah cukup cepat kalau dokumen Anda lengkap.
Masa berlaku paspor untuk dewasa adalah 10 tahun. Jadi biaya yang dikeluarkan sebenarnya murah kalau dibagi per tahun. Jangan sampai paspor kedaluwarsa tanpa sadar: cek tanggal berlakunya tiap kali merencanakan perjalanan.
Saat hari-H di kantor imigrasi
Datang 30 menit sebelum jadwal. Bawa semua dokumen asli, fotokopi, bukti pembayaran, dan kode booking. Pakai pakaian rapi karena ada sesi foto. Hindari baju putih karena latar foto juga putih, dan lepas aksesori berlebihan.
Alurnya: verifikasi berkas, wawancara singkat, foto dan sidik jari, lalu selesai. Wawancaranya tidak menakutkan, petugas biasanya hanya menanyakan tujuan pembuatan paspor dan rencana perjalanan. Jawab jujur dan santai.
Setelah itu tinggal menunggu paspor jadi, biasanya 3 sampai 4 hari kerja. Anda akan dihubungi untuk pengambilan, atau bisa memilih layanan antar kalau tersedia di kantor imigrasi tersebut. Simpan tanda terima pengambilan baik-baik.
Mengurus dokumen identitas memang butuh ketelitian, sama seperti mengurus sertifikasi halal untuk produk UMKM yang juga menuntut kelengkapan berkas sejak awal. Bedanya, paspor cuma diurus sekali dalam 10 tahun. Pertimbangkan e-paspor kalau Anda sering bepergian. Chip di dalamnya mempercepat pemeriksaan imigrasi di banyak bandara dan memberi fasilitas bebas visa ke beberapa negara. Selisih biayanya terbayar kalau Anda bepergian lebih dari dua kali setahun.
Satu hal yang sering dilupakan: cek masa berlaku paspor sebelum membeli tiket. Banyak negara mensyaratkan paspor berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal kedatangan. Jangan sampai sudah bayar tiket mahal tapi ditolak berangkat karena paspor kurang 2 bulan. Cek sekarang, catat tanggal kedaluwarsanya di kalender HP dengan pengingat setahun sebelumnya. Simpan juga fotokopi paspor di cloud sebagai cadangan kalau paspor hilang saat traveling.
Andi yang dulu menunda tiga kali sekarang malah jadi orang yang paling rajin mengingatkan temannya cek masa berlaku paspor. "Urusnya gampang," katanya. "Yang susah cuma niat memulainya."
