Kecelakaan tunggal di jalan tol itu tidak melibatkan kendaraan lain. Mobil oleng ke kiri, menabrak pembatas, dan baru berhenti setelah 50 meter. Investigasi menemukan penyebabnya: ban belakang pecah karena sudah gundul dan tekanan anginnya jauh di bawah standar. Pengemudinya mengaku tidak pernah mengecek ban selama dua tahun. Cerita seperti ini berulang setiap musim mudik, padahal pengecekan ban hanya butuh 15 menit.

Ban adalah satu-satunya bagian mobil yang bersentuhan dengan jalan. Semua sistem keselamatan, rem, stabilitas, kemudi, bergantung pada empat bidang karet selebar telapak tangan itu. Berikut cara memeriksanya sebelum perjalanan jauh.

Cek Tekanan Angin

Tekanan angin yang kurang membuat ban cepat panas, boros bahan bakar, dan berisiko pecah. Tekanan berlebih membuat cengkeraman berkurang dan bantingan keras. Keduanya berbahaya. Tekanan ideal tertera di stiker di kusen pintu pengemudi atau buku manual, bukan angka maksimal yang tertulis di dinding ban.

Ukur saat ban dingin, idealnya pagi hari sebelum mobil dipakai. Tekanan naik saat ban panas dipakai jalan, sehingga pengukuran setelah berkendara tidak akurat. Pompa bensin umumnya punya alat ukur, tapi hasilnya kadang tidak akurat; pengukur tekanan genggam yang murah jauh lebih bisa diandalkan.

Periksa minimal sebulan sekali, dan wajib sebelum perjalanan jauh. Ban serep juga dicek; ban serep yang kempes tidak berguna saat dibutuhkan. Tekanan ban serep biasanya sedikit lebih tinggi dari ban biasa karena ia dibiarkan lama.

Baca Indikator Keausan Telapak

Ban punya indikator keausan berupa tonjolan kecil di alur telapak. Kalau permukaan telapak sudah rata dengan tonjolan ini, ban sudah mencapai batas aman dan wajib diganti. Jangan menunggu sampai benar-benar licin seperti ban balap.

Cara cepat lain adalah tes koin: selipkan koin ke alur terdalam. Kalau bagian tertentu koin masih terlihat jelas, alurnya sudah terlalu dangkal. Kedalaman alur yang cukup penting untuk membuang air saat hujan; ban gundul di jalan basah seperti memakai sepatu licin di lantai basah.

Perhatikan keausan tidak merata. Aus di kedua tepi tapi tengah masih tebal berarti tekanan kurang. Aus di tengah saja berarti tekanan berlebih. Aus di satu sisi berarti spooring tidak beres. Pola keausan memberi tahu masalahnya, jadi jangan cuma lihat "masih tebal atau tidak".

Perhatikan Usia dan Kondisi Dinding Ban

Ban menua meski jarang dipakai. Karet mengeras dan retak seiring waktu. Umumnya ban disarankan diganti maksimal 5 tahun sejak produksi, berapa pun sisa ketebalannya. Kode produksi tertera di dinding ban: empat digit, dua untuk minggu dan dua untuk tahun pembuatan. Misalnya 2324 berarti minggu ke-23 tahun 2024.

Periksa dinding ban dari retak halus, benjolan, atau sobekan. Benjolan di dinding adalah tanda struktur dalamnya rusak dan bisa pecah sewaktu-waktu. Retak halus di sekeliling menandakan karet sudah getas. Keduanya alasan langsung untuk ganti, bukan ditunda.

Jangan membeli ban bekas yang tidak jelas usianya. Ban bekas murah tapi berisiko; kamu tidak tahu sejarahnya: pernah menghantam lubang keras, pernah kempes total, atau disimpan bertahun-tahun. Keselamatan tidak sepadan dengan penghematan semu.

Spooring, Balancing, dan Rotasi

Ban yang bergetar di kecepatan tertentu biasanya butuh balancing. Setir yang menarik ke satu sisi atau aus tidak merata biasanya butuh spooring. Keduanya adalah perawatan rutin, bukan perbaikan darurat. Lakukan tiap 10.000 km atau setahun sekali.

Rotasi ban, memindah posisi ban depan-belakang, membuat keausan merata dan memperpanjang umur semua ban. Ban depan mobil penggerak depan aus lebih cepat karena menanggung beban kemudi dan penggerak. Rotasi berkala menyeimbangkannya.

Minta bengkel memeriksa kaki-kaki sekalian saat spooring. Bushing aus, shockbreaker bocor, atau bearing rusak mempercepat keausan ban dan mengganggu handling. Ban yang cepat habis padahal baru sering kali gejalanya ada di kaki-kaki, bukan di bannya.

Persiapan untuk Perjalanan Jauh

Sebelum berangkat jauh, lakukan pemeriksaan menyeluruh: tekanan semua ban termasuk serep, kondisi telapak dan dinding, serta kekencangan baut roda. Bawa dongkrak, kunci roda, dan segitiga pengaman yang berfungsi. Banyak pengemudi punya dongkrak tapi tidak tahu cara memakainya; latih sekali di rumah sebelum dibutuhkan darurat.

Bawa juga pompa elektrik portabel dan cairan penambal darurat untuk bocor kecil. Keduanya murah dan menyelamatkan saat bocor di tempat sepi. Pelajari cara mengganti ban serep dari video tutorial sebelum berangkat, bukan saat sudah panik di pinggir jalan.

Rencanakan istirahat tiap 2-3 jam perjalanan. Selain untuk pengemudi, istirahat memberi ban waktu mendingin. Ban yang dipaksa lari jauh tanpa henti di siang terik bekerja di batasnya. Perjalanan yang aman bukan yang tercepat sampai, melainkan yang semua penumpangnya sampai. Untuk perjalanan mudik khususnya, baca juga tips mudik hemat dengan transportasi yang pas dan pastikan surat kendaraanmu lengkap sebelum berangkat.